Sayang ,
Kini tidakla berdaya hati ini menmpuh hari – hari . Benar cintaku , tidak pernah terlintas dihati ini untuk melukakan hatimu sehingga meninggalkan bekas yang memarut sehingga menganggu masa kelakmu . Benar kudrat ini lemah untuk membuka mata , apatah lagi melangkah . Namun aku mencuba untuk mendongak kelangit , terlihatku sang pepatung berterbangan . Terlakar sebuah cerita masa kecilku , dimana aku bernyanyi dan tertawa , asyiknya . Namun itu hanya cerita yang ditelan masa .
Benar cerita ini sedih , bermula aku menyebut namaku selayaknya dibangku tadika . Mereka tertawa , namun aku bersedih . Tapi tak mengapa kata atuk , aku reda dan tenang , lalu tersenyum menjilat gula – gula . Ya ALLAH , dunia menangis , atuk pergi buat selamanya . dari saat itu , langit tidak pernah lagi tersenyum , sungai kering kontang , hujan tidak pernah lagi turun , baju tidak pernah berganti , buruk dan usang , tilam semakin pudar warnanya , bukit semakin semak samunnya , tubuh ini tidak pernah lagi merasa air hangat , kopi semakin kering , gula dicuri sejuta semut , rumah dibanjiri hujan , ayam tidak lagi bertelur , sebaliknya mati , bunga tidak lagi mekar , perigi tidak lagi diperlukan jasanya , aku berdiri diatas tangki buruk , cuba memetik buah asam jawa . kering dan tandus , buahnya tidak lagi berjasa . aku tinggalkan ia . Duduk diatas katil kayu yang tiangnya bolos dimakan anai – anai . Ku lihat sekeliling , sunyinya hidup ini . Terpandang almari usang itu , lalu kubuka , terpandangku sebuah kain serban milik atuk . Kubuka lalu kucium , mengalir lagi airmata ini , kuhempaskan kepala diatas bantal , lalu kuselimuti tubuh ini dengan serban atuk , lenanya . . .
mia...xd follower ke?
ReplyDeletenk folow ni.....
n kalo rjin folow la my blog k..
http://ladiesmyshi.blogspot.com